Pasutri Lansia di Bandung Barat Jadi Korban Penipuan Investasi Dolar

Pasutri Lansia di Bandung Barat Jadi Korban Penipuan Investasi Dolar

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun– Unus (85) serta Ilah (75), pasangan suami istri masyarakat Desa Bojong Haleuang, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, jadi korban penipuan sampai beberapa ratus juta.

Kedua-duanya kehilangan uang sejumlah Rp 120 juta serta emas seberat 13 gr karena tingkah komplotan penipu asal Kabupaten Cianjur pada bulan Februari kemarin.

Wakapolres Cimahi, Kompol Widi Setiawan, mengutarakan penipuan yang dilaksanakan tiga orang aktor yaitu Neng Iis Suryani (40), Abeng Saputra (48) serta Dedi Mulyadi (40) bermula waktu ke-2 korban ambil uang tabungannya sejumlah Rp 20 juta di BRI Cabang Ciburuy, Padalarang, KBB.

Rupanya, ke-3 aktor telah memperhatikan korban semenjak masuk dalam bank. Dengan skrip yang telah direncanakan, tindakan penipuan juga diawali. Waktu korban keluar dari bank, aktor Abeng Saputra bersandiwara bertanya tempat satu pesantren dengan alasan akan memberi bantuan.

“Lalu munculah aktor Iis Suryani, akui tahu alamat pesantren itu. Iis selanjutnya ajak korban serta terduga pertama (Abeng) masuk ke mobil untuk ke arah pesantren itu, ” papar Widi waktu didapati di Mapolres Cimahi, Jumat (22/5/2020).

Korban juga ikuti ajakan terduga. Di mobil, telah ada terduga Dedi Mulyadi yang bekerja untuk pengemudi. Selanjutnya di mobil, terduga Abeng akui dianya datang dari Singapura serta punya niat mengganti uang dolar jadi rupiah.

Permainan silat lidah bersambung. Aktor Iis bersandiwara tertarik serta ingin menukarkan uang dolar untuk investasi. Selanjutnya korban yang telah mencapai umur tua itu digoda sampai pada akhirnya tertarik menukarkan uang rupiah kepunyaannya dengan uang dolar sebab memberikan keuntungan.

Baca juga : Rivaldo ke Bale: Tinggalkan Madrid, Jadi Bintang Utama Newcastle

Sesudah terlena beberapa kata beberapa terduga, selanjutnya korban ambil uang lagi di Bank BRI Cabang Cimahi sejumlah Rp 100 juta. Uang Rp 20 juta yang diambil dari bank awalnya, dan Rp 100 juta juga diberikan korban pada beberapa aktor.

“Waktu korban telah terlena oleh beberapa kata aktor, korban menyerahkan apakah yang dimiliki. Uang serta perhiasan diberikan pada aktor sebab menganggap tertarik dengan keuntungan dari investasi penukaran uang rupiah ke dollar, ” terangnya.

Sesudah memperoleh uang serta perhiasan, beberapa terduga tinggalkan korban dalam suatu minimarket waktu beli minuman dan makanan. Berasa tertipu, pada akhirnya korban memberikan laporan insiden itu pada pihak kepolisian.

“Uang yang didapat dari korban dipakai untuk mencicil mobil serta keperluan setiap hari beberapa aktor, ” jelasnya.

Berdasar pernyataan Iis, mereka sukses menipu 11 korbannya yang umumnya telah lansia. Mereka telah seputar setahun jadi komplotan penipu yang bekerja di beberapa wilayah termasuk juga di Kota Cimahi serta KBB.

“Jadi modus yang dipakai beberapa terduga ini bersandiwara akan memberi serta menukarkan uang asing dengan alasan akan memberikan keuntungan sampai beberapa korban tergiur. Sekarang ini kita masih lakukan peningkatan masalah itu, ” tuturnya.

Karena tindakannya, beberapa aktor harus berlebaran di penjara sebab menyalahi Klausal 378 serta atau Klausal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHPidana) dengan intimidasi hukuman 4 tahun.