Kejagung Bantah Eks Jampidsus Terima Aliran Suap Dana Hibah KONI

Kejagung Bantah Eks Jampidsus Terima Aliran Suap Dana Hibah KONI

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun– Kejaksaan Agung (Kejagung) menyanggah tuduhan ada suap dana hibah KONI yang mengalir ke bekas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Spesial (Jampidsus), Adi Toegarisman. Kejagung memandang belumlah ada bukti yang kuat berkaitan siapa terima apa dalam masalah ini.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, mengakui pengakuan yang dilemparkan asisten pribadi bekas Menteri Pemuda serta Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi, Miftahul Ulum, berkaitan saluran dana ke bekas Jampidsus itu cuma hanya sangkaan. Hari lalu menyebutkan Ulum memberi info tidak jelas.

“Info itu menurut saya tidak jelas sebab tidak menunjukkan ada penyerahan uang Rp 7 miliar pada Kejaksaan Agung yakni siapakah yang menyerahkan serta siapa yang terima, ” kata Hari lewat pesan singkat, Selasa (19/5/2020).

“Hingga info Ulum yang cuma menyangka jika Pak Adi Toegarisman terima uang Rp 7 M tidak ada bukti pendukungnya, ” tambahnya.

Walau begitu, Hari menjelaskan faksinya akan memahami info dari Ulum. Hari menyebutkan sekarang ini team penyidik melakukan kontrol terhadapnya.

“Akan tetapi tentu saja team akan memahami info saudara Ulum itu, ” kata Hari.

Baca juga : Dampak Corona, 16 Proyek Infrastruktur Senilai Rp 32 M Kota Mojokerto Ditunda

Hari menjelaskan pada persidangan 17 April 2020, saksi Endang Fuad Hamidy (bekas Sekjen KONI) menjelaskan ada instruksi dari Ulum untuk mempersiapkan uang Rp 7 miliar untuk uang entertain Kejagung. Tetapi, saat itu, kata Hari, pemberian itu diurungkan sebab mendapatkan surat dari Inspektorat Kemenpora.

Awalnya, Miftahul Ulum, asisten pribadi bekas Menpora Imam Nahrawi mengaku terima uang dari bekas Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy. Jaksa menanyakan mengapa Ulum pernah menangkis dalam kabar acara kontrol (BAP).

Dalam tuduhan, Bendahara KONI Johnny E Awuy disebut mengirim Rp 10 miliar serta sesuai dengan instruksi Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, uang Rp 9 miliar diberikan pada Imam lewat Miftahul Ulum, yakni sejumlah Rp 3 miliar diberi Johnny pada Arief Susanto sebagai suruhan Ulum di Kantor KONI Pusat ; Rp 3 miliar berbentuk 71.400 dolar AS serta 189.000 dolar Singapura diberi Ending lewat Atam pada Ulum di Lapangan Golf Senayan ; serta Rp 3 miliar dimasukkan ke amplop-amplop diberi Ending ke Ulum di lapangan badminton Kemenpora RI.

Menurut Ulum, faksi KONI serta Kemenpora telah punyai persetujuan untuk memberi beberapa uang ke BPK serta Kejaksaan Agung untuk menangani beberapa panggilan ke KONI oleh Kejaksaan Agung.

Menurut Ulum, dia menolong menemukan uang Rp 3-5 miliar dari keperluan Rp 7-9 miliar. Ulum juga mengatakan uang itu diberi ke sejumlah pelaku di BPK serta Kejaksaan Agung.

“BPK untuk inisial AQ yang terima Rp 3 miliar itu, Achsanul Qosasi, jika Kejaksaan Agung ke Andi Toegarisman, kemudian KONI tidak dipanggil oleh Kejagung, ” tutur Ulum.