DI Tengah PSBB, Warga Ciamis Padati Pasar Manis Belanja Persiapan Lebaran

DI Tengah PSBB, Warga Ciamis Padati Pasar Manis Belanja Persiapan Lebaran

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun– Mendekati hari raya Idul Fitri, masyarakat Ciamis bersama-sama tiba ke Pasar Manis. Mereka belanja keperluan lebaran ditengah-tengah PSBB serta epidemi.

Dari pengamatan pada Senin (18/5/2020), sebagian besar blok di Pasar Manis Ciamis dipenuhi beberapa pengunjung. Mulai dari blok baju, blok sayuran, blok daging sampai akses jalan masuk pasar dipenuhi kendaraan yang parkir. Serta beberapa batas terjerat macet sebab padatnya sepeda motor yang masuk pasar.

Mereka tidak mengaplikasikan prosedur kesehatan seperti physical distancing serta banyak masyarakat atau pedagang yang tidak memakai masker.

Salah seorang pedagang baju, Cicih, menjelaskan situasi Pasar sekarang ini mulai ramai dari beberapa hari kemarin yang cukup sepi. Situasi ini hampir sama dengan tahun awalnya, satu minggu mendekati Lebaran situasi pasar semakin lebih ramai.

“Jika mendekati lebaran tentu ramai, jika saat ini sich tidak demikian ramai dibandingkan tahun kemarin. Kemungkinan sebab ada epidemi. Tetapi dibandingkan beberapa hari kemarin saat ini ramai. Yang tiba itu membeli pakaian lebaran, umumnya buat anak, ” katanya di Pasar.

Baca juga : Alisson Becker Dibilang Jago Ngoper Kayak Andrea Pirlo

Salah seorang pengunjung pasar, Yuliana (39), masyarakat Mekarjadi, Sadananya menjelaskan tiba ke Pasar Manis belanja kepentingan Lebaran. Seperti membeli bumbu masak serta intinya membeli baju untuk beberapa anak.

“Saya tidak akan ramai semacam ini. Kemungkinan sebab mendekati lebaran. Dengan keramaian ini ya takut terkena Corona, tetapi kita telah gunakan masker, pulang dari sini langsung bersih-bersih. yang perlu kita siaga saja, mengantisipasi, ” katanya.

Selain itu, Ketua Team Perlakuan Masalah (PIK) Covid-19 Ciamis Eni Rochaeni akui susah dengan situasi keramaian yang berlangsung di Pasar Manis serta beberapa titik keramaian yang lain. Banyak masyarakat yang tidak memperdulikan prosedur kesehatan serta penerapan PSBB.

“Situasi ini pasti kami susah. Memang ini PR (pekerjaan rumah) kami, kemungkinan banyak masyarakat yang sudah mengetahui bahaya epidemi COVID-19, ada pula yang belum tahu sekali. Kami harus makin terus-menerus lakukan publikasi protektif serta promotif nya. Agar masyarakat memahami serta saling lakukan penjagaan penebaran COVID-19, ” tutur Eni.