Dampak Corona, 16 Proyek Infrastruktur Senilai Rp 32 M Kota Mojokerto Ditunda

Dampak Corona, 16 Proyek Infrastruktur Senilai Rp 32 M Kota Mojokerto Ditunda

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun– Epidemi virus Corona membuat 16 project infrastruktur di Kota Mojokerto tahun ini sangat terpaksa dipending. Masalahnya budget belasan project itu sejumlah Rp 32, 643 miliar diarahkan untuk mengatasi epidemi COVID-19.

Pemerintah kota Mojokerto membuat tiga program pembangunan serta rehabilitasi untuk tingkatkan infrastruktur tahun ini. Tidak tangung-tanggung, budget yang disediakan dalam APBD tahun 2020 capai Rp 66, 473 miliar.

Terbagi dalam program pengaturan banjir Rp 15, 258 miliar, pembangunan dan rehabilitasi jalan serta jembatan Rp 20, 53 miliar, dan peningkatan daerah serta sarana publik taktiks Rp 30, 685 miliar.

Virus Corona yang mewabah di Indonesia semenjak Maret lalu memaksakan Pemerintah kota Mojokerto tunda 16 dari keseluruhan 21 project infrastruktur dalam ke-3 program itu. Ditambah lagi sekarang ini Kota Onde-Onde jadi zone merah dengan empat orang positif COVID-19.

Dua project dalam program pengaturan banjir yang dipending yaitu rehabilitasi aliran serta trotoar kelanjutan di Jalan Majapahit Rp 6, 324 miliar serta rehabilitasi aliran serta trotoar Jalan Empunala Rp 5, 619 miliar.

Jumlah project dipending paling beberapa dari program pembangunan dan rehabilitasi jalan serta jembatan. Dari 11 project yang gagasannya ditangani tahun ini, cuma satu yang akan diwujudkan. Sedang 10 project yang lain sangat terpaksa dipending.

10 project yang dipending yakni pembangunan Jalan Raya Blooto Rp 5, 05 miliar, pembangunan Jalan Empu Gandring barat Rp 1, 673 miliar, kenaikan Jalan Meri Rp 200 juta serta kenaikan Jalan Pekayon Rp 4, 661 miliar.

Baca juga : Liverpool Ternyata Minati Leroy Sane, tapiā€¦

project kenaikan Jalan Durian Rp 1, 05 miliar, kenaikan Jalan KH Nawawi Rp 2, 311 miliar, kenaikan jembatan Sungai Cemporat selatan Rp 279 juta, rehabilitasi Jalan Sumolepen Rp 1 miliar, rehabilitasi Jalan Cancer Rp 1, 275 miliar, dan rehabilitasi Jalan Tanjung Rp 1, 155 miliar.

Sesaat dalam program peningkatan daerah serta sarana publik taktiks ada 4 project yang dipending. Yaitu perbaikan jalan lingkungan asrama Korem 082 Rp 600 juta, rehabilitasi bangunan Pondok pesantren Hidayatul Mubtadi’ien Rp 145 juta, pembangunan gapura batas kota di Jalan Raya Pekayon serta Jalan Raya Ijen Rp 900 juta, dan pembangunan jalan lingkungan di samping kantor Kejaksaan Kota Mojokerto Ro 400 juta.

“Proyek-proyek itu kami menunda sebab anggarannya Rp 32, 643 miliar kami alihkan ke ongkos tidak tersangka untuk perlakuan COVID-19 di Kota Mojokerto, ” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum serta Pengaturan Ruangan (PUPR) Kota Mojokerto Mashudi, Selasa (19/5/2020).

Dia menerangkan, penangguhan belasan project itu akan membuat ongkos pembangunan, kenaikan atau rehabilitasi infrastruktur membesar. Masalahnya tingkat kerusakan infrastruktur jembatan, aliran air atau jalan jadi makin kronis seiring waktu berjalan.

“Dengan dipending, biayanya akan makin tinggi sebab tingkat kerusakannya makin kronis. Oleh karenanya, tahun kedepan kami targetkan lagi, akan kami melihat dahulu situasi jalannya, ” jelas Mashudi.

Untuk menahan makin parahnya kerusakan infrastruktur di Kota Mojokerto, lanjut Mashudi, faksinya masih lakukan perawatan jalan serta aliran air dengan cara teratur selama setahun ini. Budget perawatan jalan teratur disediakan Rp 750 juta. Sedang seputar Rp 1 miliar untuk perawatan aliran air.

“Perawatan jalan teratur masih kami kerjakan supaya tidak menyebabkan kecelakaan jalan raya. Contohnya penambalan jalanan berlubang. Begitupun aliran kami memelihara agar tidak rusak, ” pungkasnya.