Miris! Petugas Medis di Bukittinggi Gunakan Plastik Sampah Sebagai APD

Miris! Petugas Medis di Bukittinggi Gunakan Plastik Sampah Sebagai APD

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun– Petugas medis di Rumah Sakit Ahmad Mukhtar (RSAM) Bukittinggi, Sumatera Barat, cuma memakai perlengkapan seadanya dalam mengatasi pasien Corona (COVID-19) . Diketahui, mereka memakai plastik sampah untuk Alat Pelindung Diri (APD) .

Keadaan memprihatinkan itu kelihatan dalam beberapa posting yang tersebar di sosial media. Ketua Team Pengamatan COVID-19 Kota Bukittinggi, dr.Vera Maya Sari membetulkan info itu. Hal tersebut sangat terpaksa dilaksanakan, sebab kurangnya tersedianya APD.

“Iya, ini keadaan yang kita alami saat ini. Kita harus dapat manfaatkan apa yang ada,” kata Vera, Rabu (25/3/2020) .

Direktur Penting Rumah Sakit Ahmad Mukhtar (RSAM) , dr.Khairul Said, tidak menangkis masalah photo yang tersebar itu. Dia menjelaskan photo petugas yang viral itu adalah petugas laboratorium tes swab.

“Itu petugas labor (laboratorium) yang ingin ambil swab tenggorokan pasien yang sedang dirawat di ruangan isolasi,” kata Khairul.

Baca juga : Sebelum Gabung MU, Solskjaer Sempat Diminati Liverpool

“Tetapi jika kita melihat benar, sebetulnya petugas labor kita telah gunakan APD komplet dari mulai tutup kepala kacamata serta sepatu. Sebab ingin ambil swab tenggorokan untuk lebih amannya memang dilapis gunakan plastik, serta plastik yang digunakan itu ada diruangan serta dapat digunakan,” lebih ia.

Meskipun begitu, Khairul pastikan faksinya benar-benar kekurangan APD. “Kita masih menanti kalau-kalau ada kiriman ke (RS) Ahmad Mukhtar,” tuturnya.

Sebab kekurangan APD, membuat tenaga medis harus bereksperimen manfaatkan beberapa barang yang ada. “Yang perlu, pasien teratasi secara baik,” lebih ia.

Sekarang, rumah sakit sebagai salah satunya rumah sakit referensi COVID-19 di Sumatera Barat itu menjaga 10 pasien dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) .

“Kita masih menanti hasil labor untuk tentukan status pasien setelah itu, apa positif terkena atau mungkin tidak. Jika tidak, akan selekasnya kita pulangkan,” katanya.