Polisi Tembak Begal Taksi Online di Majalaya Bandung

Polisi Tembak Begal Taksi Online di Majalaya Bandung

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun– Polisi sukses ungkap masalah pembegalan pada sopir taksi online yang berlangsung di Jalan Anyar Majalaya, Kabupaten Bandung. Aktor didor polisi sisi kakinya waktu proses penangkapan.

Kejadian pembegalan yang menerpa Didi Supriyadi (48) itu berlangsung pada 26 Desember 2019 seputar jam 03.30 WIB di Jalan Anyar Majalaya, persisnya di Desa Bojong, Kecamatan Majalaya.

Korban memperoleh order dari Pasar Caringin ke Majalaya. Pas di Jalan Anyar Majalaya, terduga Asep Ramdani (28) minta korban hentikan mobilnya dengan fakta ingin kencing.

Terduga membacok korban dibagian kepala sekitar 3x serta tangan sekitar 1x. Korban ditusuk dibagian perut. Disamping itu, mobil korban serta tiga unit hp korban dirampas terduga.

“Terduga kami tangkap masih di wilayah Majalaya. Terduga lakukan perlawanan. Selanjutnya anggota kami melumpuhkan sebab dapat membahayakan anggota kami,” kata Kapolsek Majalaya Kompol Lourensius di Mapolsek Majalaya, Rabu (15/1/2020).

Lourensius menyebutkan, sebelum diamankan, terduga melarikan diri ke Jakarta. Hasil dari penyidikan, terduga melarikan diri ke Kalideres, Jakarta, atau ke gudang barang sisa disangka adalah tempat kerjanya dahulu.

Baca juga : Penganut Paham Johan Cruyff, Quique Setien Jamin Barcelona Main Cantik

“Team sempat dua hari ke Kalideres, Jakarta, untuk mengawasi terduga. Terduga kami tangkap cocok turun dari mobil masih di Jalan Anyar Majalaya,” tuturnya.

Lourensius menyebutkan tindakan begal yang dikerjakan terduga bukan yang pertama-tama. Walau demikian, dia tidak menyebutkan kapan dan dimana tindakan begal yang lain dikerjakan.

“Ia lakukan ini lebih dari 1x,” ucapnya.

Tidak hanya tangkap terduga Asep, polisi sukses amankan terduga yang lain namanya Dede Abdulkohar (24), yang beli hp hasil curian Asep.

“Ada dua terduga, satu penadah. Handphone punya korban di jual aktor pada penadah itu. Penadah berikut yang pertama kami tangkap,” tuturnya.

Atas ulahnya itu, terduga Asep dijaring Klausal 365 Ayat 1 serta 2 KUHP dengan intimidasi penjara optimal 12 tahun penjara.