Jelang Demo Mahasiswa, Jalan di Sekitar Istana Ditutup

Jelang Demo Mahasiswa, Jalan di Sekitar Istana Ditutup

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun– Jalan di seputar Istana Negara, Jakarta Pusat, ditutup mendekati demo Tubuh Eksekutif Mahasiswa Semua Indonesia (BEM SI). Beberapa polisi bersiaga.

Pengamatan situasi di Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (21/10/2019) semenjak jam 13.00 WIB. Jalan ditutup memakai pembatas jalan serta kawat berduri.

Cuma kendaraan yang mendapatkan pengawalan dari polisi yang dapat lewat. Ada pula beberapa personil Brimob yang berjaga di dekat kantor Kementerian Pariwisata.

Polisi terlihat berjaga di Taman Pandang yang gagasannya jadi titik tindakan mahasiswa. Tetapi, sampai sekarang, belumlah ada massa yang hadir.

Kendaraan dari arah Jalan Medan Merdeka Utara serta Jalan Majapahit tidak dapat lewat mengarah Jalan Medan Merdeka Barat, juga arah sebaliknya. Kendaraan cuma dapat melalui Jalan Abdul Muis yang ke arah Serasi.

Kendaraan dari arah Jalan Veteran yang ke arah Jalan Medan Merdeka Utara serta Jalan Medan Merdeka Barat juga tidak dapat lewat.

Baca juga : MU Vs Liverpool: Old Trafford Masih Angker untuk Klopp

Awalnya, BEM SI putuskan kembali turun ke jalan satu hari sesudah Jokowi-Ma’ruf dikukuhkan. BEM SI memperjelas selalu bergerak mengatakan kebutuhan rakyat.

“Semua fakta di atas, baik landasan filosofis mengenai demokrasi, kondisi kebijaksanaan terbaru serta pun tidak terdapatnya tindak lanjut atas pertemuan dengan Presiden Jokowi, cukup sudah buat kami untuk masih jaga napas pergerakan ini. Karena itu kami Aliansi BEM Semua Indonesia setuju akan kembali turun ke jalan, pas sehari sesudah pengukuhan Presiden serta Wakil Presiden, pada 21 Oktober 2019,” kata Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Muhammad Nurdiyansyah, dalam infonya, Minggu (20/10/2019).

“Kami akan tetap memiliki komitmen untuk menjaga tiap kebutuhan rakyat, sepanjang pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, dari mulai awal sampai tiap kebutuhan rakyat bisa terjadi. Merdeka!” lebih ia.

BEM SI merasakan sedih pada kehidupan demokrasi di Indonesia. Mereka memandang inspirasi rakyat yang mereka bawa serta tidak ada tindak sambungnya sebab terhalang.

“Demokrasi Indonesia ini hari, terwakili dalam deskripsi rangkaian tindakan protes, semenjak 24 September sampai ini hari. Tersumbatnya inspirasi publik, corong perwakilan yang tidak dengar kehendak umum, dan kongsi penguasa serta parlemen jadi muka politik elite kita,” kata Nurdiyansyah.