Bamsoet: Menteri Baru Jokowi Harus Lebih Responsif dan Komunikatif

Bamsoet: Menteri Baru Jokowi Harus Lebih Responsif dan Komunikatif

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun– Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) memperingatkan jika masalah yang berlangsung di Indonesia akhir-akhir ini otomatis jadi input buat pemerintah supaya lebih responsive pada inspirasi warga. Karenanya, menurut Bamsoet, pada periode seterusnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus pilih calon menteri yang mempunyai sensitivitas tinggi serta responsive.

“Presiden dipilih Joko Widodo bersama dengan Wakil Presiden dipilih Ma’ruf Amin harus pilih menteri yang tidak sebatas pekerja keras seperti periode awalnya, dan juga figur menteri yang responsive pada inspirasi warga di semua wilayah. Inspirasi serta kekecewaan di antara wilayah yang satu dengan yang lain tentu berbeda, sebab ciri-ciri wilayah serta warga Indonesia memang berlainan,” kata Bamsoet pada wartawan, Minggu (6/10/2019).

Bamsoet menjelaskan pilih figur menteri memang hak prerogatif presiden. Tetapi, menurutnya, Jokowi butuh memprioritaskan figur pekerja keras, responsive, serta komunikatif untuk calon menterinya.

“Jadi hak prerogatif presiden untuk pilih figur menteri dari beberapa komune, terhitung faktor parpol (partai politik) atau beberapa profesional. Sebab Indonesia harus memburu ketinggalan pada beberapa bidang. Figur menteri yang ingin kerja keras pasti jadi kriteria penting. Ketentuan lain yang tidak kalah utamanya ialah figur menteri yang responsive serta komunikatif dengan semua komponen warga. Menteri yang komunikatif dengan publik sangat dibutuhkan supaya ia ingin dengar serta menyerap inspirasi publik. Penyerapan inspirasi itu selanjutnya direspons beberapa menteri lewat program kerja serta kebijaksanaan atau ketentuan menteri,” katanya.

Selanjutnya, politisi Golkar itu menjelaskan utamanya kriteria itu untuk cari figur menteri di pemerintahan. Jadi, kerja hasil riil pemerintah pada periode selanjutnya bisa dinaikkan.

Baca juga : Longsor Sedalam 5 Meter Terjadi di Bantaran Bengawan Solo Lamongan

“Kerja hasil riil pemerintah serta parlemen waktu bakti sebelumnya harus lebih dinaikkan,” kata Bamsoet.

Walau demikian, kata Bamsoet, sebenarnya tuntutan supaya lebih responsive pun tidak cuma untuk pemerintah. Ia menjelaskan, DPR, MPR serta DPD RI juga harus makin pro aktif menyerap inspirasi warga di semua wilayah.

“Penyerapan inspirasi atau persoalan itu selanjutnya dikomunikasikan serta dicarikan jalan keluarnya dengan pemerintah lewat tiap kementerian sesuai dengan kerangka masalahnya. Beberapa serangkaian demonstrasi serta ledakan beberapa momen, baik di Papua atau beberapa kota di Jawa serta Sulawesi harus jadi renungan kita. Serangkaian pesan dari demonstrasi serta momen itu otomatis jadi input buat pemerintah baru nanti, dan input buat DPR, MPR serta DPD,” katanya.

“Papua bisa jadikan contoh masalah. Dalam lima tahun paling akhir, pemerintah sudah memberikan perhatian lebih pada Papua. Tetapi, semua hal yang sudah ditangani di Papua itu nyatanya belum dapat memberi kepuasan semua komponen warga di Papua. Pergi dari cenderung itu, pemerintah bersama dengan parlemen pasti harus cari rumusan baru untuk menjawab inspirasi warga Papua,” sambung Bamsoet.