Dewan dan Pengamat Soroti 1 Tahun Ridwan Kamil-Uu yang Dinilai Belum Maksimal

Dewan dan Pengamat Soroti 1 Tahun Ridwan Kamil-Uu yang Dinilai Belum Maksimal

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun– Setahun pemerintahan Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil serta Wakil gubernur Uu Ruzhanul Ulum dipandang antiklimaks. Program-program yang dibanggakan kedua-duanya semenjak awal, implementasinya di lapangan dipandang tidak optimal.

Anggota DPRD Jawa barat Asep Wahyu Wijaya menjelaskan mengkritik eksekusi program-program pembangunan yang digelindingkan sepanjang setahun ini. Sebab, kenyataannya kondisi di lapangan tidak memberikan perkembangan apa pun.

Dia mengacu program revitalisasi alun-alun di beberapa wilayah, pembenahan Kalimalang, Bekasi sampai pengaturan Pangandaran.

“Pangandaran yang tuturnya ingin dibuat seperti Hawaii baru dasar, Kalimalang tidak jelas. Jika tahu itu bukan wewenang propinsi diawalnya mengapa telah dijagokan di media sosial, gunakan gambar semua,” kata Asep pada wartawan, Sabtu (7/9/2019).

Diluar itu, RK-Uu dipandang tidak dapat mengoptimalkan budget yang ada. Walau sebenarnya, budget itu dapat digunakan untuk mengakselerasi program pembangunan yang ditargetkan.

“Dua peluang mengurus APBD 2018 serta APBD 2019 tidak digunakan untuk bikin akselerasi,” sebut kader Demokrat ini.

Dia mengerti dalam APBD 2018 Emil cuma mempunyai bagian 30 % memasukkan visi misinya. Mengingat bahasan budget itu telah berjalan di masa Ahmad Heryawan.

“Tetapi jika 2019 kan full (kewenangannya), jika jadinya Bandros (bis wisata), Kolecer (perpustakaan) itu tidak sepadan jadi satu icon produk favorit,” jelas ia.

Asep menyorot masalah berkaitan rumor perpindahan pusat pemerintahan yang dilemparkan RK. Diluar itu, masalah komunikasi dengan legislatif yang butuh diperbaiki.

“Masalah komunikasi serta pengaturan harusnya 6 bulan pertama telah selesai supaya seterusnya kita dapat lakukan akselerasi program dengan dengan optimal. Ini telah 1 tahun, ia menutupnya dengan masalah (perpindahan pusat pemerintahan),” tutur Asep.

Baca juga : Mobil Tabrak Truk Parkir di Probolinggo, Tiga Orang Tewas

Pengamat politik Kampus Pendidikan (UPI) memandang setahun pemerintahan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum belum tunjukkan pergantian relevan di Jawa Barat. Semangat ‘ngabret’ yang dijanjikan kedua-duanya belum terjadi.

Karim akui belum lihat realisasi dari janji-janji program pemercepatan yang digelindingkan RK-Uu. Khususnya janji akan ngabret sesudah 100 hari kerja.

“Saya tidak lihat pergantian benar-benar relevan. Tapi saya baru dengar janji, kemauan, keinginan RK yang mengumumkan jika sesudah 100 hari kerja akan ngabret, saya belum melihat itu,” kata Karim terpisah.

Dia mengaku RK-Uu telah menggelindingkan banyak program untuk pemercepatan pembangunan serta kesejahteraan warga. Tetapi, sambung ia, program-program itu belum berasa efeknya.

Program-program yang dikeluarkan salah satunya Jawa barat Quick Tanggapan, Jawa barat Saber Hoax, One Pesantren One Product, Desa Digital serta yang lain.

“Menurut saya satu tahun ini belum ngabret, program pemercepatan memang benar ada, tetapi baru pasang kuda-kuda saja. Apa yang ia janjikan akan ngabret itu, hasilnya belum terlihat,” papar ia.

Walau demikian, ke-2 masih punyai waktu untuk penuhi janji-janji kampanyenya itu. Kedua-duanya harus dapat mengoptimalkan tahun ke-2 serta ke-3 waktu baktinya sebelum direpotkan dengan jadwal politik nanti.

“Sebetulnya kerja politik sebenarnya tahun ke-2 serta ke-3, sebab tahun pertama persiapan, sesaat tahun empat ke lima pemikiran politikus terpecah untuk memperoleh jawaban selanjutnya. Jadi jika tidak dikerjakan tahun ke-2 serta ke-3, telah kita kehilangan keinginan,” papar ia.

Menurut dia kedua-duanya harus menunjukkan kerja monumental supaya jadi pembeda dari pemerintah awalnya. Pembangunan di Jawa barat harus alami lompatan-lompatan besar

“Harus ada kerja monumental supaya demikian selesai tinggalkan legacy mengagumkan, buat pemerintahan selanjutnya. Pembangunan tidak dikerjakan pendekatan biasa saja, tetapi ambil lompatan ketinggalan,” tutur Karim.

Awalnya Ridwan Kamil mengatakan tahun pertama pemerintahannya baru menempatkan fondasi. “Dimana saja namanya setahun itu ialah menempatkan ide serta fondasi, jadi saya memandang setahun pertama ini ialah setahun menempatkan dasar-dasar Jawa barat juara di semua bagian,” katanya.