Undangan GKR Hemas Ditarik, Kaukus Perempuan Parlemen Protes

Undangan GKR Hemas Ditarik, Kaukus Perempuan Parlemen Protes

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun – Beberapa wanita yang terhimpun dalam Kaukus Wanita Parlemen Republik Indonesia serta Kaukus Wanita Politik Indonesia protes kebijaksanaan Dewan Perwakilan Wilayah (DPD) yang menarik undangan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas hadiri Sidang Tahunan MPR.

Hak GKR Hemas untuk hadiri Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus lalu hilang, sesudah DPD mencabut undangan istri Sri Sultan Hamengkubuwono itu.

“Dengan mengagetkan serta di luar kewajaran tata atur pemerintahan yang baik, GKR Hemas yang telah terima undang serta siap-siap ada dengan sepihak dicabut undangan hadirnya,” kata perwakilan Kaukus, Bivtri Susanti waktu pertemuan wartawan bersama dengan di Resto Upnormal Raden Saleh, Menteng, Jakarta, Minggu (18/8/2019).

Bivitri menjelaskan, surat undangan sekaligus juga pencabutan sedianya akan dikirim Sekretaris Jenderal DPD Reydonnyzar Moenek serta Sekretaris Jendreal MPR Ma’ruf Cahyono. Tetapi kurang dari enam jam, surat undangan itu diurungkan.

Baca Juga : BPTJ Beberkan Jumlah Pengguna Transjakarta dan KRL

Ahli hukum tata negara ini menyangka surat pencabutan undangan sebab keputusan Dewan Kehormatan DPD yang sudah memberi sangsi penghentian pada Hemas.

“Walau sebenarnya dengan faktual sampai ini hari GKR Hemas ialah anggota DPD yang resmi sebab belumlah ada Ketetapan Presiden yang memutuskan penghentian yang berkaitan berdasar SK disebut,” katanya. Bivitri memperjelas, masalah itu tidak dapat disaksikan dengan simpel sebab masalah administrasi.

Aksi yang dengan tiba-tiba mencabut undangan dikatakannya adalah intimidasi serius pada kehadiran wanita di ranah politik. Ia minta petinggi berkuasa menyapa keras Sekjen DPD serta Sekjen MPR yang sudah menarik surat undangan itu. “Dalam beberapa hal, harus disadari wanita masih rawan jadi korban kekerasan politik,” pungkasnya.

Tidak hanya Bivitri, ada memberi solidaritas serta suport pada Hemas dua wanita parlemen, yaitu Irma Suryani Chaniago serta Lena Maryana Mukti, beberapa aktivis wanita. Ada juga aktivis yang Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti.