Fadli Zon: Penahanan Purnawirawan TNI Bisa Timbulkan Dendam Sejarah

Fadli Zon: Penahanan Purnawirawan TNI Bisa Timbulkan Dendam Sejarah

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun – Wakil Ketua DPR Koordinator Politik serta Keamanan (Korpolkam), Fadli Zon mengkritik penahanan beberapa purnawirawan TNI oleh Polri sebab dakwaan makar. Ini di kuatirkan akan memunculkan dendam riwayat waktu rezim bertukar kelak walau penahanannya dibatalkan.

“Jadi ini dicari-cari saja orang yang vokal, dicari-cari, dikorek-korek kesalahannya agar sisi dari pembungkaman pada beberapa suara gawat di saat tersendiri. Saya anggap ini membahayakan demokrasi sebab, pembungkaman-pembungkaman seperti ini dapat berulang-ulang,” tutur Fadli si Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Karenanya, menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, bila kelak rezim bertukar, insiden di rezim sekarang ini dapat memunculkan dendam riwayat dan memunculkan cedera lembaga.

Baca Juga : Dibuka Sejak Februari, Gerai Imigrasi di Detos Kian Ramai Dikunjungi

Lebih, Mayjen TNI (Purn) Soenarko adalah bekas Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus dan purnawiranan TNI yang lain sudah berusaha buat negara malah diperlakukan semena-mena.

“Kalau rezim bertukar entahlah kapan, ini memunculkan dendam riwayat dan memunculkan cedera lembaga,” tandas Fadli. Menurut Fadli, itu adalah aksi yang tidak adil buat beberapa punawirawan TNI sebab bagaimana juga mereka sudah berjasa buat negara dan bangsa.

“Saya anggap itu tidak adil ya. Itu akan memberi cedera pada lembaga TNI walau mereka telah purna,” pungkasnya.