Antisipasi Kemacetan Arus Balik, Pemerintah Batasi Akses Tol

Antisipasi Kemacetan Arus Balik, Pemerintah Batasi Akses Tol

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun – Beberapa ratus ribu kendaraan direncanakan akan memadati ruas jalan tol ke arah Jakarta pada H+5 Lebaran, Senin (10/6). Beberapa pemudik diimbau cari jalan pilihan untuk menghindarkan kemacetan kronis di tol atau jalan pantura seperti yang berlangsung tempo hari. Sampai semalam, kemacetan panjang berlangsung di ruas tol Cipali km 90 ke arah Cikampek serta bersambung mengarah Cikarang-Bekasi.

Tidak hanya tol, jalan arteri Cikampek ke arah Karawang kota padat karena jumlahnya kendaraan yang akan kembali pada Jakarta. Keadaan ini direncanakan akan berlangsung sampai ini hari mengingat jumlahnya kendaraan pemudik yang kembali pada ibu kota direncanakan baru setengahnya. Dari catatan PT Layanan Marga Tbk (Persero) seluku operator jalan

Tol Jakarta Cikampek, sampai hari ke-3 pasca-Lebaran, tertera baru 451.104 kendaraan yang kembali pada Jakarta dari arah Timur, Barat serta Selatan. Sedang berdasar pada data Korlantas Polri, sampai tempo hari baru 50% atau seputar 650.000 kendaraan yang kembali pada Jakarta.

Lihat keadaan itu, pemerintah dalam soal ini Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR) serta Korlantas Polri membahas untuk tutup akses ke ruas tol jika berlangsung penimbunan lebih dari 3 km. (km). Untuk membuat lancar arus kendaraan, Kemenhub akan melepaskan kendaraan di sejumlah gerbang tol (GT).

“Ada tanda-tanda beberapa gerbang (tol) itu akan ada penimbunan. Peluang di Palimanan serta di Cikampek. Kami telah diskusi dengan Pak Menteri PUPR dengan Korlantas, kita telah putuskan jika ada antrean lebih dari 3 km, kita akan bebaskan atau lepaskan dalam tempo 15 menit atau 1/2 jam, kemudian baru dipakai (biaya),” tutur Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Cirebon, Jawa Barat, tempo hari.

Ia memberikan tambahan, tidak hanya dua eksperimen jalan raya itu, otoritas perhubungan bersama dengan beberapa pemangku kebutuhan yang lain akan menertibkan penimbunan yang ada di rest ruang. Fasiltas istirahat ini memang jadi satu diantara titik kemacetan di ruas tol sebab banyak pengendara yang tidak kebagian parkir di lokasi rest ruang memaksakan masuk serta bahkan juga memarkir kendaraannya di pundak jalan.

Baca Juga : Pogba Dilirik Juventus, Solskjaer: Saya Tidak Bisa Menjamin

Keadaan ini berlangsung bukan sekedar waktu arus balik, dan juga waktu arus mudik minggu kemarin. Untuk meminimalisasi kepadatan arus jalan raya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali mengaplikasikan larangan angkutan barang supaya tidak lewat di ruas tol sampai 12 Juni 2019.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan, perpanjangan larangan angkutan barang yang semestinya selesai pada 10 Juni sebab pertimbangan masih ramainya jumlahnya kendaraan yang melewati jalan tol pada arus balik. “Karena ada banyak jumlahnya pemudik yang belum kembali pada Jakarta, karena itu Pemerintah menyarankan buat mobil barang tidak untuk melewati ruas jalan tol dari mulai Semarang sampai Jakarta sampai 12 Juni akan datang atau diperpanjang dua hari dari mulanya 10 Juni,” tuturnya.

Budi memperjelas jika perpanjangan dua hari sampai 12 Juni ini berbentuk ajakan. Mengenai ruas jalan tol yang dipakai penetapan operasional mobil barang yakni cuma pada ruas Jakarta-Cikampek-Palimanan-Kanci-Pejagan-Pemalang-Batang-Semarang. Tempo hari, untuk mengurai kepadatan arus jalan raya ke arah Jakarta, skema satu arah atau one way diresmikan semenjak KM 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung sampai KM 29 Tol Jakarta-Cikampek.

Penerapan one way ini awalnya terlihat cukup efisien saat siang hari, tetapi makin malam kendaraan di tol Cipali sampai Cikampek selalu makin bertambah sampai mengakibatkan kemacetan kronis. Keadaan sama berlangsung di jalan pantura Cikampek. “Tadi saya masuk km 88 Cipali jam 18.00, sebab macet saya keluar km 72 jam 19.30 serta mengambil jalan biasa,” kata Dian, pemudik masyarakat Jakarta yang baru kembali dari Ngawi, Jawa Timur.

Tetapi, keinginan Dian nikmati jalanan lancar di jalan arteri tidak kesampaian. Masalahnya jalan pilihan yang ia lalui yaitu Bukit Indah, Purwakarta mengarah Karawang macet kronis. Hampir tidak bergerak. Sampai semalam jam 22.42 wib Dian baru sampai di wilayah Tanjung Pura, Karawang, itu juga sesudah melalui berjalan-jalan tikus. “Kendaraan kita tidak dapat jalan cepat sebab banyak sepeda motor ditengah-tengah,” keluh Dian.

Baca Juga : Pilpres Belum Usai, PAN-Demokrat Jangan Ajarkan Rakyat Berkhianat

Tidak hanya jalan Pantura Cikampek, kemacetan menempa jalan Selatan yaitu di daerah Garut ke arah Bandung atau dari Sumedang ke arah Bandung. Berdasar pada pengamatan tempo hari, kendaraan dari arah Nagreg mengarah Bandung padat merayap. Keadaan sama terpantau di lokasi Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Dipandang Efisien

Di kesempatan berlainan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memandang, kebijaksanaan skema satu arah atau one way selama kira-kira 410 km dipandang efisien mengurai kendaraan. Oleh karenanya faksinya mengharap petugas di lapangan dapat jaga kelancaran skema satu arah itu waktu diresmikan.

“Penerapan one way ini satu diantara usaha kita memberi service yang baik. Ini jadi satu jalan keluar eksperimen lalin yang telah dipikirkan masak oleh Kakorlantas bersama korps-nya,” kata Budi Karya. Ia memberi pesan supaya hal yang dapat membuat 410 km berjalan baik tetap harus dikawal, khususnya terkait dengan rest ruang baik keluar atau masuk kota.

Budi menyebutkan arus mudik-balik Lebaran tahun ini berjalan mulus. Skenario one way yang dikerjakan Korlantas Polri dapat dibuktikan sukses mendesak angka kecelakaan sekaligus juga membuat lancar arus kendaraan. “Ini mudiknya meskipun ramai, tetapi rasa-rasanya adem-ayem. Saya ingin terima kasih pada polisi serta semua stakeholder. Kita pengaturan begitu intens, begitu cair membuahkan satu ide yang oke,” jelas ia.

Budi Karya menerangkan, skema one way yang diresmikan di tol Trans Jawa membuat gerakan pemudik bertambah cepat. Jarak beberapa ratus km. yang awalnya ditempuh sepanjang belasan jam, sekarang dapat relatif cepat. “Kita punyai ide, yang kita beri wewenang pada Korlantas untuk lakukan itu. Pertama-tama saat itu kita kerjakan dari KM 29 sampai KM 263. Tetapi memang mandat itu kami beri wewenang Kakorlantas untuk lakukan dengan dinamis,” ucapnya.

Selain itu, pada H+3 Lebaran, Minggu (9/6), gerbang tol Palimanan ke arah Jakarta dipadati beberapa ribu kendaraan dari arah Jawa Tengah serta Jawa Timur. Antrean di GT yang berada di daerah Kabupaten Cirebon itu bahkan juga sampai enam km.. Antrean panjang kendaraan ini terjadi semenjak km. 195 sampai km. 189 gerbang Tol Palimanan. Kendaran bergerak lamban dengan kecepatan cuma 10 sampai 20 km. perjam.

Baca Juga : H-5 Lebaran, 21.804 Penumpang KA Berangkat dari Stasiun Gambir

Menghadapi kepadatan arua balik, pengelola Tol Palimanan aktifkan 24 loket pembayaran serta turunkan sepuluh mobile pembalap. Walau demikian, usaha itu masih tidak dapat mengurai antrean itu. Petugas juga cuma dapat mengendalikan serta mengarahkan kendaraan supaya teratur serta memakai loket penambahan.

Kebijaksanaan satu arah atau one way arus mudik serta balik Lebaran yang dikerjakan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mendapatkan animo dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebab dipandang bisa mengurai serta kurangi kemacetan dan mendesak angka kecelakaan.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menjelaskan, kebijaksanaan yang di dukung oleh instansi pemerintahan berkaitan itu adalah bentuk pikiran yang berlainan atau out of the box dalam mengatasi kemacetan arus mudik. “Kami menghargai pikiran out of the box oleh Polri yang bisa tingkatkan service pada warga, diantaranya penerapan contraflow serta one way waktu mudik serta balik Lebaran,” tutur Poengky di Jakarta tempo hari

Tidak hanya Polri, animo tinggi diberi Kompolnas pada beberapa stakeholders yang bekerjasama secara baik mengusahakan arus mudik serta balik Lebaran berjalan mulus. Menurut Poengky, instansi lain yang dipandang berjasa diantaranya Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR yang membuat infrastruktur jalan tol atau jalan raya, Kementerian Kesehatan yang menyiapkan posko kesehatan di jalan, PT Pertamina (Persero), pemda, dan Pramuka yang bahu-membahu memperlancar arus mudik serta arus balik Lebaran 2019.

Selain itu, pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno menjelaskan, tiap pemudik harus dapat menyiapkan fisik pada saat capek serta pilih jalan gerbang keluar tol untuk beristirahat sesaat.

“Beberapa ini hari lumayan banyak pembicaraan rest ruang atau tempat istirahat serta service (TIP). Masalahnya semenjak jalan Tol Trans Jawa tersambung, kemacetan laris lintas berubah dari jalan non tol seperi pantura ke jalan tol. Volume kendaraan yang lewat di jalan pantura waktu mudik tahun ini ada penurunan rata-rata 10-15% (Posko Lebaran Kota Tegal),” katanya.