Dua Ormas Islam Serukan Akhiri Konflik dan Wujudkan Damai

Dua Ormas Islam Serukan Akhiri Konflik dan Wujudkan Damai

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun – Dua organisasi masyarakat Islam paling besar di Tanah Air, Nahdlatul Ulama serta Muhammadiyah, minta faksi yang ikut serta dalam perselisihan politik Penentuan Presiden (Pemilihan presiden) 2019 selekasnya akhiri perselisihan. Mereka mengharap faksi yang bersengketa seutuhnya mengakhirinya melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

Keinginan itu dikatakan langsung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj serta Ketua Umum PP Muhammadiyah Haeda Nashir menanggapi keonaran yang berlangsung pascapengumuman juara Pemilihan presiden 2019, yaitu pada 21–22 Mei, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Mereka inginkan dua faksi yang ikut serta dalam pertempuran Pemilihan presiden 2019 bersama membuat situasi damai .

Ajakan sama dikatakan beberapa tokoh yang terhimpun dalam Pergerakan Suluh Berkebangsaan seperti bekas Ketua MK Mahfud MD, intelektual muslim yang bekas rektor Kampus Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Komarudin Hidayat, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Quraish Shihab, Alwi Shihab, Alissa Wahid, Romo Magnis Suseno, Romo Beny Susetyo.

Baca Juga : Selain Tol Jakarta-Cikampek, Waspadai Macet Jalur Pantura-Bekasi

Mereka ajak semua komponen bangsa untuk bersama menjaga bangsa supaya ke depan Indonesia jadi tambah lebih baik. Tempo hari situasi Ibu Kota DKI Jakarta berangsur normal sesudah keonaran dua hari menempa. Walau demikian aparat masih mensterilkan Jalan MH Thamrin depan Kantor Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai tujuan massa.

Keonaran tersisa prihatin sebab menyebabkan delapan korban jiwa serta 341 terluka.Berkaitan keonaran, polisi sudah menyelamatkan minimal 183 orang. “Mari kita terus-terusan galang persatuan, menghilangkan kedengkian. Silahkan kita bangun nilai mulia bangsa kita, sama-sama menghargai, sama-sama menghormati, santun serta arif. Jadi manusia Indonesia sepenuhnya,” tutur Said Aqil Siradj, waktu hadiri Nuzulul Quran serta Doa Bersama dengan untuk Keselamatan Bangsa yang diadakan PBNU di Jakarta, tempo hari.

Ia juga ajak seluruh pihak untuk junjung tinggi perdamaian serta memprioritaskan keselarasan. Ditambah lagi sekarang ini ada di bulan Ramadan yang penuh karunia. Said juga minta faksi yang bersengketa terima hasil ketetapan KPU dengan lega dada, dengan besar hati, dengan kepala dingin. Bila ada masalah, tuntaskan ke MK.

“Ini karakter negarawan yang perlu kita perlihatkan, kebutuhan penting negara, keutuhan negara. Janganlah kebutuhan barisan, janganlah apa-apa sekejap tetapi kelangsungan keutuhan negara,’’ pungkasnya. Haedar Nashir menggerakkan semua elemen bangsa untuk membuat situasi damai dan aman. Ia ajak semua tokoh serta masyarakat bangsa kembali menyatu dalam Bhineka Tunggal Ika.

“Juga sepanjang kampanye paling akhir penentuan, sisi dari ekspresi berpolitik yang demokratis tapi kita harus akhiri semua proses ini sesuai konstitusi. Serta demokrasi juga mengajari hikmat kebijakan serta permusyawaratan berarti kita harus akhiri proses pemilu 2019 ini dengan kearifan dengan tanggung jawab serta kedewasaan sikap pintar serta menyatu kembali jadi keluarga besar bangsa,” tuturnya.

Baca Juga : Moses dan Lukaku, Bidikan Pertama Conte jika Resmi ke Inter

Ia lalu mengatakan, semenjak awal Muhammadiyah sudah menggerakkan rekonsiliasi dengan menggerakkan ke-2 pasangan capres serta wapres lakukan pertemuan supaya menahan perselisihan antar elite. Menurutnya, himbauan ini telah dikatakan melalui Wakil presiden Jusuf Kalla.

“Mungkin masalah waktu saja, serta kemaren kita dengar pak Presiden Jokowi sudah mengemukakan pengakuannya yang positif serta ajakan untuk kondisi ini disudahi pak Prabowo pak Sandi mengemukakan supaya semua berdiri diatas konstitusi serta tidak bisa ada kekerasan, tetap harus damai. Ini semua tunjukkan jika ke-2 tokoh bangsa ini akan merajut sillaturahim,’’ papar Haedar.

Mengenai Pergerakan Suluh Berkebangsaan Mahfud ajak semua komponen bangsa untuk bersama menjaga bangsa supaya ke depan Indonesia jadi tambah lebih baik. Mereka menggerakkan aparat untuk bertindak tegas pada siapa saja lakukan keonaran, termasuk juga aktor cendekiawan, supaya momen sama tidak terulang lagi

“Aksi itu bukan bela umat Islam. Justru banyak preman-preman yang banyak provokator itu telah 257 orang yang saya baca sampai semalam, itu semua diamankan. Serta kita mengharap supaya penyelesaian masalah keonaran ini masih di jalan hukum. Aparat kita junjung untuk bertindak yang terarah,” tutur Mahfud MD, di Jakarta, tempo hari.

Bekas ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menghargai langkah Prabowo-Sandiaga Uno yang pilih tempuh jalan hukum dalam penyelesaian perselisihan pemilu. “Serta kita menjaga hukumnya, tidak bela paslonnya, menjaga hukumnya supaya MK betul-betul mengadili sebetulnya serta Pak Prabowo dengan teamnya dapat ajukan bukti-bukti yang cukup karena itu,” katanya.

Komarudin Hidayat memperingatkan jika sebetulnya rakyat telah lemas dalam ikuti tingkatan pemilu yang lumayan panjang. Mereka juga melakukan hak serta kewajibannya ikuti pemilu dengan damai. ”Jangan lalu kita lukai hati mereka. Saya mengharap jika proses ini akan sampai titik pada akhirnya secara baik. Serta ini jadi pucuk prestasi 20 tahun Reformasi, satu generasi bermakna. Kira saja (tindakan massa) tempo hari ini jadi bunga demokrasi, tetapi janganlah terulang lagi,” tuturnya.

Baca Juga : Demo Bawaslu Ricuh, Farhan Meninggal Dunia Diduga karena Ditembak

Menurutnya, demokrasi memang tidak ada yang prima. Karenanya, bila ada kekeliruan karena itu seluruh pihak mempunyai kewajiba untuk lakukan revisi. ”Kita revisi, kita perbaiki hingga benar-benar ke depan selesai dengan indah sekali. Bukan sekedar dunia yang memberikan pujian pada, tetapi kita yang merasakan. Paslon 01 serta 02, kedua-duanya dengan kepribadian mereka juara dalam menegakkan pilar demokrasi,” tuturnya.

Selain itu, Calon presiden nomer urut 2 Sandiago Uno Sandiaga mengatakan faksinya memiliki komitmen untuk menyulam kembali tenun berkebangsaan ditengah-tengah warga pasca-pemilu. Untuk mengakhiri masalah, dalam dua hari paling akhir faksi Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) tengah konsentrasi dalam mempersiapkan permintaan perselisihan hasil pemilihan presiden ke MK.

Gagasannya permintaan perselisihan hasil pemilihan presiden akan diserahkan pada Jumat (24/5/2019) siang. “Kita mempersiapkan langkah konstitusional serta dua ini hari saya konsentrasi untuk pastikan langkah hukum terkait dengan persiapan memasukkan tuntutan ke MK,” tutur Sandiaga, di tempat tinggal Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, tempo hari.

Ia juga memperjelas dianya dengan Prabowo setuju tempuh usaha konstitusional dalam menampik hasil Pemilihan presiden 2019. Pengakuan ini menyanggah info yang tersebar mengenai akan tindakan kelanjutan protes hasil pemilihan presiden 2019. Prabowo serta Sandiaga dimaksud akan turun tindakan bertopik “kedaulatan rakyat” yang diawali jam 14.00 WIB dari Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan.

Info menyebutkan FPI, beberapa juara, peserta di luar wilayah, serta semua purnawirawan akan masuk. “Pak Prabowo telah mengemukakan ajakan semalam untuk warga tentu saja memakai semua jalan konstitusional. Serta yakin pada pemimpin-pemimpinnyanya. Jika masih Pak Prabowo serta saya didengar, jika kita menempuh jalan konstitusional,’’ tutur ia.

Baca Juga : Penataan Pasar Tanah Abang Butuhkan Sinergitas Instansi Pemerintah

Calon presiden dipilih KH Ma’ruf Amin menghargai pasangan calon Presiden serta wakilnya Parbowo serta Sandiaga Uno untuk tempuh jalan konstitusi untuk mengakhiri perselisihan Pemilu. “Kita cukup suka Pak Prabowo ingin tempuh jalan konstitusi. itu saya pikir lumayan bagus. Semestinya tidak adalagi memprotes di jalanan. harus dialirkan. selesai ketentuan. itu sebetulnya tidak memunculkan kerusuhan. saat berlangsung memprotes itu di jalanan, tidak konstitusional,” tuturnya.

Untuk menahan kondisi, bekas Rais Aam PBNU itu mengatakan kesiapannya lakukan pertemuan dengan Prabowo serta Sandiaga Uno. “Kita siap memang bertemu hingga diproses, dicari kapan saatnya yang pas,” tuturnya. Ia lalu menyeru warga supaya masih tenang. Meskipun sudah sempat ada keonaran sepanjang dua hari, ia memandang kondisi sekarang ini cukup sudah aman.

“Jangan terhasut. Karena itu janganlah yakin info yang tidak jelas. Kita kembali pada info yang diberi pemerintah. Mengucapkan syukur saat ini kan di stop sosial media itu, itu bagus. Hingga tidak berlangsung hasutan melalui sosmed itu.” Sesaat ituWapres Jusuf Kalla memperingatkan ketidaksamaan yang berlangsung di dunia politik jangan pernah mengadu domba bangsa. Dia juga mengharap suport semua elemen bangsa untuk membuat bangsa.

“Yang harus kita perbaiki membuat bangsa. Seperti yang tetap kita kemukakan ialah bagaimana membuat suatu yang adil yang didapatkan langsung harus dengan usaha. Tetapi yang sangat penting ialah memberi semangat positif, semangat yang ikhlas untuk kerja sebaik-baiknya. Itu keinginan kita pada hari yang menyenangkan ini serta kita tingkatkan amal beribadah kita tetap seperti pesan ulama.”