Perusak Motor dan Pembakar STNK di Serpong Terancam 6 Tahun Penjara

Perusak Motor dan Pembakar STNK di Serpong Terancam 6 Tahun Penjara

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun – Adi Saputra pengendara sepeda motor Honda Scoopy B 6395 GLW yang mengakibatkan kerusakan motornya sebab ditilang polisi pada akhirnya diamankan petugas Polres Tangsel. Ia diamankan dengan dua sangkaan, yaitu masalah pidana penipuan serta penggelapan, dan pelanggaran jalan raya.

Adi Saputra (21) ditangkap di dalam rumah kosnya Rawa Mekar, Serpong, pada Kamis, 7 Februari 2019 malam. Ia diamankan dengan dua sangkaan, yaitu masalah pidana penipuan serta penggelapan, dan pelanggaran jalan raya.  Sesudah beberapa saat dicheck, remaja asal Kota Bumi, Lampung Utara, ini langsung jadi terduga.

Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan menjelaskan, Adi Saputra tidak mempunyai SIM waktu berkendara, serta memakai helm. Motornya pun tidak diperlengkapi STNK, serta nomer polisi kendaraannya tidak cocok.

Sangsi atas pelanggaran jalan raya itu ialah penilangan, serta denda. Sama dengan Masalah 281, Masalah 288 ayat 1, Masalah 280, Masalah 291 ayat 1 serta 2, serta Masalah 282 UU No 22/2009 mengenai Lantas Lintas. “Tengah sangkaan ke-2, merusak motor orang yang lain, serta pidana mengenai kepemilikan motor yang didapatkan hasil dari ilegal serta tidak benar,” kata Ferdy pada SINDOnews di Polres Tangsel pada Jumat (8/2/2019).

Baca Juga : Derby Madrid: Alvaro Morata Incar Gol ke Gawang Mantan

Adi terancam pidana penjara 6 tahun, serta dijaring Masalah 263 KUHP, Masalah 372 KUHP, Masalah 378 KUHP junto Masalah 480 KUHP, Masalah 233 KUHP, dan Masalah 405 KUHP.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho memberikan, sesudah viral video perusakan motor oleh Adi Saputra, pihaknya langsung lakukan olah Tempat Peristiwa Masalah (TKP) di tempat. “Kami langsung lakukan penyidikan. Pertama, kita akan lihat motor Adi Saputra. Berdasar pada nomer motor itu, serta kita lakukan penelusuran di Samsat. Nyatanya tidak cocok peruntukannya,” katanya.

Dengan begitu, nomer polisi motor yang dipakai Adi palsu, ataulah bukan yang sebetulnya. Pihak kepolisian pada akhirnya dapat temukan pemilik motor sebetulnya.”Kita dapat juga nama pemilik yang asli atas nama Nur Ikhsan. Semalam, pun kami hubungi Nur Ikhsan, jika kendaraan ini benar motor ia, serta dibuktikan dengan kepemilikan BPKB motor itu,” katanya.

Berdasarkan penjelasan Nur Ikhsan, motor itu digadai pada D saat enam bulan seharga Rp6 juta dengan kesepakatan 1 bulan akan dibayar. Akan tetapi, D menghilang tiada berita. “Sampai pada akhirnya, Nur Ikhsan temukan kembali motornya itu di Polres Tangsel. Tapi, ia menjelaskan nomer polisi motor itu bukan kepunyaannya, atau telah dipalsukan oleh Adi Saputra,” katanya.