Jamu Dortmund, The Lilywhites Ingin Patahkan Semua Prediksi

Jamu Dortmund, The Lilywhites Ingin Patahkan Semua Prediksi

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun – Tottenham Hotspur tidak mau cuma jadi pelengkap di arena Liga Champions. The Lilywhites berkemauan mematahkan semua perkiraan negatif dengan meluncur sejauh mungkin atau bahkan juga mencapai titel juara. Tottenham sempat mereguk sukses di pertandingan Eropa dengan memenangkan Piala UEFA atau Liga Europa pada 1971/1972 serta 1983/1984.

Mereka sempat juga memenangi Piala Winners UEFA pada 1962/1963. Cuma, catatan di Liga Champions masih tetap jauh dari keinginan. Semenjak dimulainya masa Liga Champions pada 1992/1993, Tottenham baru 3x berperan serta. Itu pun tetap berhenti di dalam jalan. Pada edisi 2010/2011, cuma sampai perempat final.

Sesudah itu mereka baru ada kembali pada 2016/ 2017 yang sayangnya tersisih waktu penyisihan group. Pada 2017/2018, Spurs ikuti kembali pertandingan paling tinggi Benua Biru itu. Akan tetapi, mereka didepak Juventus karena kalah agregat 3-4 waktu set 16 besar.

Walau sebenarnya, saat penyisihan Group H, wakil Liga Primer itu dapat merampas posisi pertama. Itu yang akan di stop Spurs. Armada Mauricio Pochettino ingin bicara semakin banyak di Liga Champions kesempatan ini. Minimum melewati hasil musim kemarin dengan meluncur ke perempat final.

Karenanya, Harry Kane dkk berkemauan menang waktu melayani Borussia Dortmund pada leg pertama set 16 besar. Hasil positif di Wembley Fase pagi hari kelak pasti akan mempermudah mereka waktu memerankan legkedua di Signal-Iduna-Park, Rabu (6/3).

“Agar dapat menang, kami pasti mesti tingkatkan perform team,” tutur penjaga gawang Spurs Hugo Lloris, dikutip Skysport. Sesuai dengan perkataan Lloris, supaya bisa mendapatkan modal terpenting untuk pertemuan ke-2, Spurs mesti tampilkan perform bagus.

Walau memenangi tiga pertandingan paling akhir yang semua berlangsung di Liga Primer, tampilan Spursdi arena Benua Biru masih tetap labil. Saat penyisihan Group B, Spurshanya mencatat 2 menang, 2 imbang, serta 2 kalah.

Baca Juga : Solskjaer: Tanpa Trio Cedera, PSG Justru Sulit Diprediksi

Keuntungan waktu jadi tuan-rumah pun belumlah dapat membuat mereka tampil menguasai. Dapat dibuktikan, mereka cuma menang tipis pada dua pertandingan kandang paling baru, yaitu kontra PSV Eindhoven (2-1) serta Inter Milan (1-0).

“Kami butuh seisi stadion memberikan suport untuk menolong kami. Di hari spesifik cukuplah susah saat berlaga di Wembley. Tetapi, mudah-mudahan saja pada pertandingan ini kami akan mendapatkan pertolongan dari pemirsa,” kata Lloris.

Keinginan ini disampaikan Lloris sebab fansbelakangan kurang ketertarikan memberikan suport. Sebenarnya, Wembley dapat menyimpan sampai 90.000 pemirsa. Tetapi, saat Spursmemenangkan tiga pertandingan kandang paling baru, jumlahnya simpatisan yang ada tidak lebih dari 50.000.

Waktu menyalip Leicester City 3-1, Minggu (10/2), cuma dilihat 44.154 orang. Lantas, saat unggul 1-0 atas Newcastle United, 2 Februari, supporter yang hadir sekitar 41.219. Sesaat saat menaklukkan Watford 2-1, akhir Januari lantas, lebih kronis kembali, hanya 29.164.

Tragisnya, saat periode itu, fans seperti malas berteriak. Itu membuat team tamu tidaklah terlalu tertekan serta lebih bebas meningkatkan permainan. “Kami memang menang (saat tiga pertandingan kandang paling baru). Tetapi, itu mungkin akan tidak berlangsung waktu bertemu lawan semakin besar,” tandas Lloris.

Suport penuh fanssetia mutlak diperlukan Spursuntuk tundukkan Dortmund. Masalahnya walaupun tidak berhasil mencetak kemenangan saat tiga partai paling baru di semua pertandingan, armada Lucien Favre adalah pemimpin klassemen sesaat Bundesliga.

Sukses kuasai Group A hasil 4 menang, 1 imbang, serta 1 kalah, dengan koleksi 10 gol, tunjukkan kemampuan Die Borussen butuh dicermati. Absennya kapten Marco Reus karena cedera paha tidak dapat dipandang keuntungan buat Spurs. “Tentu saja kami begitu mengharap ia dapat turut terbang ke London. Hadirnya dapat mengintimidasi lawan. Tetapi, kami dapat menghadapi ketidakhadirannya,” tutur staf kepelatihan Dortmund Sebastian Kehl.