Sengketa Lahan, Warga Pulau Pari Unjuk Rasa ke PN Jakarta Utara

Sengketa Lahan, Warga Pulau Pari Unjuk Rasa ke PN Jakarta Utara

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun – Beberapa puluh werga Pulau Pari mengadakan demonstrasi menjadi bentuk solidaritas atas diputuskan Sulaiman menjadi terdakwa penyerobotan tempat.

Tindakan demo kesekian kalinya itu dikerjakan di muka Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (4/9/2018). Banner berisi penolakan serta ketidakadilan atas perlakuan hukum memberi warna papan serta banner yang dibawa masyarakat.

Koordinator tindakan demo Egison (28), mengklaim mempunyai bukti kepemilikan tanah yang resmi. Egison melihat, ia sudah lahir serta tumbuh di pulau. Akan tetapi, surat kepemilikan tempat itu diambil oleh makelar tanah.

“Dahulu masyarakat megang girik. Seputar tahun 80-an girik diambil sama Haji Amir, tuturnya ingin dibikin pemutihan. Sampai saat ini itu girik tidak dikembalikan,” tutur Egison di tempat.

Baca Juga : Pelatih-Pelatih Top Minta UFA Tinjau Aturan Gol Tandang

Seiring waktu berjalan, tempat di Pulau Pari diklaim oleh PT Bumi Pari Asri berdasar pada bukti berbentuk sertipikat tanah. “Karena Ombudsman saat setahun membuat penyelidikan terjun ke lapangan. Sertifikat dari BPN Jaarta Utara itu disangka maladministrasi,” katanya.

Masyarakat juga memohon pertolongan supaya masih dapat tinggal di Pulau Pari, mulai tingkat kelurahan sampai kecamatan ditempuh masyarakat. Sayang, masyarakat justru memperoleh jawaban yang tidak diharapkan.

“Mereka tidak dapat beri bukti jika ini ada datanya. Pemkab Kepulauan Seribu diam juga tetapi kita sudah sempat kunjungi, tetapi diam,” imbuhnya.

Dampak yang merasa buat masyarakat ialah ditangkapnya Sulaiman. Di mata masyarakat, Sulaiman cuma seseorang pengelola homestay punya orang yang lain. “Jika ada tamu dia yang atur, hanya jagain saja. Apakah yang dijelaskan saat ini tidak miliki bangunan, tidak miliki kebutuhan. Kan yang miliki bangunan Pak Surdin,” katanya.