Pelatih-Pelatih Top Minta UFA Tinjau Aturan Gol Tandang

Pelatih-Pelatih Top Minta UFA Tinjau Aturan Gol Tandang

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun – Pelatih-pelatih klub papan atas Eropa meminta Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) meninjau kembali penggunaan aturan gol tandang dalam kompetisi international level klub (Liga Champions dan Liga Europa). Menurut mereka mencetak gol tandang bukan lagi sebuah kesulitan bagi tim.

Selain itu, para pelatih ingin jendela bursat transfer pemain berakhir pada saat yang sama di semua liga utama di kawasan Eropa. Pada musim panas 2018, Liga Inggris menutup jendela tranfer pada 18 Agustus, sedangkan Spanyol dan Jerman 31 Agustus. Tenggat waktu yang berbeda ini dianggap menggangu tim untuk menyambut kompetisi baru.

Wakil Sekretaris Jenderal UEFA, Giorgio Marchetti mengatakan UEFA akan membuka diskusi untuk membicarakan penggunaan aturan gol tandang untuk menentukan pemenang di babak sistem gugur ketika skor agregat sama kuat.

Pertemuan tahunan ini antara lain diikuti Pelatih Massimiliano Allegri (Juventus), Carlo Ancelotti (Napoli), Unai Emery (Arsenal), Paulo Fonseca (Shakhtar Donetsk), Julen Lopetegui (Real Madrid), Jose Mourinho (Manchester United), Thomas Tuchel (Paris St Germain) dan mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger.

Baca Juga : Hani ‘EXID’ & Yoojung ‘Weki Meki’ Merasa Bersalah karena Lebih Dikenal Publik

“Para pelatih berpikir bahwa mencetak gol jauh tidak sesulit seperti dulu. Jadi mereka pikir aturan harus ditinjau dan itulah yang akan kami lakukan,” kata Marchetti dikutip dari ESPN, Rabu (5/9/2018).

“Mereka menganggap situasi dalam sepak bola telah berubah dan mencetak gol tandang tidak sama dengan beberapa tahun lalu ketika aturan itu diperkenalkan,” pungkasnya.

Gol tandang memang sering kali menguntungkan tim tamu ketika berlaga di babak sistem gugur Lga Champions atapun Liga Europa. Sebagai contoh, ketika mereka hanya bermain 1-1 di leg pertama di rumah sendiri, kemudian bermain 2-2 di kandang lawan, maka mereka dipastikan lolos ketahap selanjutnya karena memiliki produktivitas gol yang lebih baik (mampu mencetak gol lebih banyak di hadapan pendukung lawan).