Pilgub DKI Kuras Energi, Anies Diminta Selesaikan Masa Jabatan

Pilgub DKI Kuras Energi, Anies Diminta Selesaikan Masa Jabatan

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun – Banyak pihak merekomendasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak untuk maju jadi calon presiden (Capres) ataupun calon wapres (Cawapres) 2019. Anies disuruh prinsip dengan janjinya merampungkan sengkarut masalah Jakarta sampai akhir waktu jabatannya.

” Pak Anies itu mesti menahan diri, janganlah terpancing oleh hasrat kelompok-kelompok yang ingin jadikan dia jadi tameng atau boneka untuk kebutuhan entrepreneur, pelaku bisnis, atau kebutuhan yang lainnya. Anies mesti sadar itu. Jangan pernah dia diperalat oleh pemburu rente kekuasaan, ” tutur Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago waktu dihubungi di Jakarta, Selasa (10/7/2018)

Hal-hal lain yang memicu Anies tidak untuk maju di pilpres yang akan datang yaitu preseden jelek apabila jabatan Gubernur DKI Jakarta cuma jadikan batu loncatan. Seperti sempat juga dikerjakan Presiden Jokowi empat th. yang lalu.

Pangi merekomendasikan Anies tidak untuk mengulang momen itu serta prinsip merampungkan waktu jabatannya jadi gubernur Ibu Kota. ” Daya yang dipakai untuk pilih Anies itu cukup besar. Baik dari cost pemilunya, pengorbanan orang-orang, terpecah-pecahnya orang-orang. Pilih beliau bukanlah hal yang remeh. Berat tanggung jawabnya, ” jelas Pangi.

Baca Juga : RS Polri Autopsi Jenazah Sopir Truk yang Terkena Peluru Nyasar

” Anies mesti tinggalkan kebiasaan kutu loncat yg tidak merampungkan waktu jabatan ini, lantaran kebiasaan ini tidak baik, kebiasaan yang tak perlu diteruskan. Kebiasaan jika yang dikerjakan Jokowi juga salah sebenarnya, ” sambungnya.

Bila Anies ngotot maju ikuti kebiasaan Jokowi, Pangi memiliki pendapat, hal tersebut akan jadi mimpi jelek untuk orang-orang DKI Jakarta yang akan datang. Ada gubernur yang cuma 1, 5 th., bahkan juga ada yang belumlah genap setahun telah lompat tinggalkan jabatan.

” Hingga kapan pemimpin kita tidak amanah dengan janji-janji politik. Bila Anies sempat berjanji jika akan tidak tinggalkan Jakarta, waktu janji itu tetap ada hingga saat ini serta orang-orang tetap pegang janji itu, in jadi blunder, jadi bunuh diri bila Anies memaksakan kehendak, ” tandasnya.

Menurut Pangi, terkecuali digunakan oleh grup kebutuhan, Anies juga diperalat partai untuk memakai elektabilitas Anies. Seperti berlangsung waktu pilkada seretak sekian waktu lalu, banyak partai yang memakai profil popular serta elektable untuk mengusung nada partai.

” Ada yang memakai profil beliau yang lagi moncer tengah jelas. Berarti dengan individu saja itu telah kuat, telah dapat menyumbangkan insentif elektoral. Dia telah mempunyai ceruk segmen pemilih. Mirip contoh di pilkada tempo hari, bila saja partai pengusung Ridwan Kamil mematikan mesin saja, itu Ridwan Kamil, tetap menang kok. Lantaran yang diambil orang bukanlah partai namun profil, ” tuturnya.

Pangi juga merekomendasikan partai untuk yakin diri dengan kader sendiri serta bukan sekedar mendompleng profil lalu mengklaim kemenangan. ” Partai memikirkan lagi menggerakkan habitus kebiasaan politik meritokrasi yakni menghormati serta menghargai serta sangatlah yakin diri dengan kader sendiri. Daripada cuma mengklaim, ” ujarnya.