Keputusan Yudi Latief Mengejutkan dan Munculkan Berbagai Spekulasi

Keputusan Yudi Latief Mengejutkan dan Munculkan Berbagai Spekulasi

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengaku terkejut saat mendengar kabar Yudi Latif mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Apalagi, menurut dia, selama ini Yudi memiliki kompetensi di bidang pembinaan Pancasila. “Saya kaget. Sebab Kang YL (Yudi Latif) ikut membidani lembaga ini,” kata Sohibul Iman , Sabtu (9/6/2018).

Dia meyakini Yudi sangat menghayati keberadaan BPIP. Meskipun sebelumnya, Sohibul meyakini Yudi Latif akan sepenuh hati hingga peran dan eksistensi BPIP benar-benar kokoh.

“Tidak terbayang dalam usia seumur jagung, dia meninggalkan lembaga ini,” ujarnya.

Kendati demikian, Sohibul mengapresiasi keputusan Yudi. Dia yakin keputusan mundur itu diambil Yudi berdasarkan banyak pertimbangan pribadi dan kemaslahatan umum.

“Ini jadi tantangan bagi para punggawa BPIP yang ada untuk lebih meningkatkan peran dan marwah lembaga ini ke depan,” tuturnya.

Baca Juga : Resmi, BlackBerry KEY2 Punya Superzoom dan Daya Baterai Dua Hari

Sementara itu, pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Effendi Ghazali mengakui keputusan mundur Yudi Latif menimbulkan berbagai spekulasi.

Spekulasi pertama, yakni Yudi mundur lantaran tidak tahan terhadap tekanan. Spekulasi kedua, karena anggaran atau gaji bagi para pejabat BPIP belum dicairkan. “Atau mungkin yang ketiga, ini spekulatif juga, mulai muncul apakah Yudi Latif yakin enggak, makin yakin enggak dengan apa yang dilakukan,” kata Effendi di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/6/2018).

Kendati demikian, kata Effendi, keputusan mundur Yudi harus tetap dihormati. Nah pemerintah, kata dia, memiliki tanggung jawab agar jangan sampai tiga spekulasi itu diyakini oleh masyarakat.

“Tapi pada konteks yang sama kita merasa sedang kehilangan karena kita anggap Yudi Latif tokoh yang selama ini banyak bekerja dan menulis tentang Pancasila,” katanya.

Dia mengatakan, buku tentang Negara Yang Paripurna merupakan salah satu prestasi Yudi Latif yang perlu dihargai.