Ini Penjelasan Kemendagri Tunjuk Komjen Iriawan Jadi Pj Gubernur

Ini Penjelasan Kemendagri Tunjuk Komjen Iriawan Jadi Pj Gubernur

Bandar Q, Agen QQ, Bandar Qiu Qiu, Domino QQ, Capsa Susun – Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sumarsono menegaskan penunjukan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Komjen Pol M Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat pada prinsipnya tak ada peraturan yang dilanggar.

Menurut Sumarsono, sesuai Pasal 201 ayat (10) tahun 2016 dijelaskan bahwa jabatan kepala daerah (KDH) tak boleh kosong semenit pun. Karenanya perlu diisi jabatan tersebut. “Pak Iriawan adalah mengisi jabatan yang ditinggalkan oleh Pak Aher,” ujar Sumarsono dalam jumpa pers di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (21/6/2018).

Menurutnya, dalam Undang-Undang Nomor 57 Tahun 2014, pimpinan madya dimaksud selevel sekjen kementerian, sekretaris kementerian, sekretaris utama, sekjen kesekretariatan lembaga negara, sekjen lembaga nonstruktural, inspektur jenderal, inspektur utama dan pejabat eselon satu lainnya.

Dilanjutkan dia, sesuai Pasal 20 UU Nomor 5 Tahun 2005, ASN dimungkinkan pimpinan madya dijabat eselon satu dan anggota TNI/Polri. Sementara itu, untuk jabatan pimpinan madya yang diisi TNI/Polri ada dua instansi yang sifatnya tidak harus mundur.

Baca  Juga : Dilaporkan ke Polisi, Habiburokhman Laporkan Balik Danick Danoko

Ia menjelaskan, untuk instansi tertentu yang tak harus mundur seperti di Kemenko Polhukam di mana Iriawan ditugaskan di sana sebagai Sestama Lemhanas, termasuk Iwan tak perlu alih status sebagai anggota Polri. Ketentuan ini diperluas untuk instansi lainnya seperti Sekretaris Negara, BIN, BNN, Lembaga Sandi Negara.

Soni sapaan akrabnya menambahkan penunjukan anggota TNI pernah dilakukan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat itu penunjukan tak dipersolkan lantaran penjabat yang ditunjuk memiliki kesamaan status seperti yang melekat dalam diri Iriawan.

“Karena itulah posisi seperti ini yang menjadi Pj Gubernur kenapa diangkat posisi Pak Iriawan karena sebagai Sestama di Lemhanas, bukan sebagai anggota Polri dengan pangkat Komjen,” pungkasnya.