Minibus Tabrak Truk dan Biker di Jombang, 1 Orang Tewas

Minibus Tabrak Truk dan Biker di Jombang, 1 Orang Tewas

Minibus Tabrak Truk dan Biker di Jombang, 1 Orang Tewas

Minibus Tabrak Truk dan Biker di Jombang, 1 Orang Tewas

Jombang – Kecelakaan yang melibatkan 3 kendaraan berlangsung di Jalan Raya Perak, Jombang. Seseorang Isuzu Elf menabrak truk serta biker. Kecelakaan ini menyebabkan 1 orang terbunuh.

Unit Satker Unit Satuan Laka Unit Polisi Jombang Aipda Iswan menyebutkan, invakves Isuzu Elf nopol AE 7171 S, dump truck nopol AG 9375 RJ serta sepeda motor Honda Grand nopol L 4131 XG. Ke-3 kendaraan itu melaju dari Surabaya ke Nganjuk.

Tiba di persimpangan 3 Pasar Perak, Desa/Kecamatan Perak, truk yang dikemudikan Siayub (39), warga desa Batokan, Ngantru, Tulungagung juga akan berbelok ke kanan menuju lokasi Gading Mangu.

Baca Juga: Resmi Bercerai, Ini Pesan Hendrayan Untuk Kalina Ocktaranny

Truk dimuka mendadak berbelok ke kanan, sopir Elf Arif Irawan (35), warga Desa Senepo, Slawong, Ponorogo yang melaju di belakang truk, banting setir ke kiri untuk hindari tabrakan.

” Elf menyerempet sisi belakang truk sampah, lantas berbelok ke kiri, ” kata Iswan pada wartawan di lokasi kecelakaan, Sabtu (21/4/2018).

Sukses hindari truk, Elf cuma menabrak biker yang menunggang di jalur kiri. Minibus berpenumpang 3 orang juga menabrak pagar jembatan sampai ambrol. Peri nyaris jatuh ke sungai.

Sesaat pembalap Honda Grand, tewas di lokasi. Badan korban tidak di kenal ini, melambung ke sungai. Sepeda motor korban rusak kronis oleh Elf.

” Pengendara motor tewas di lokasi, sopir Elf terluka enteng, beberapa penumpang selamat, ” kata Iswan.

Polisi mengevakuasi kendaraan yang ikut serta dalam kecelakaan itu pada Sat Lalu Polres Jombang. Korban tewas dalam kecelakaan ini sudah dibawa ke RSUD Jombang. Sesaat korban yang terluka melakukan perawatan di Perak Health Center.

Kanit Laka Sat Lalu Polres Jombang Ipda Sulaiman menyatakan, sampai saat ini beberapa biker yang belum juga sempat diidentifikasi. Argumennya, saat peristiwa itu tidak membawa kartu jati diri korban.

” Kami masih tetap mencari jati diri, ” tuturnya.