Parkir Bus Gagal Chelsea di Markas City

Parkir Bus Gagal Chelsea di Markas City

Parkir Bus Gagal Chelsea di Markas City

Parkir Bus Gagal Chelsea di Markas City

Jakarta – Manchester City menang 1-0 di kandang kuda Chelsea – bus parkir. Bagaimana Chelsea sebenarnya defensif dalam pertandingan di City markas?

Hanya satu gol yang terwujud di Stadion Etihad, Minggu (4/3/2018), waktu City menjamu kemenangan 1-0 atas Chelsea lewat gol Bernardo Silva.

atu maksud tersebut sekalipun tidak bekerja dengan sepihak ; Satu kota seperti Chelsea yang menguasai.

Satu diantara yang paling utama yaitu permainan bola mata 71, 1% perlu yang dipunyai The Citizens, buat kontrol bola 28, 9% untuk The Blues.

Dalam pertandingan ini buat kota 1. 134 menyentuh bola sesaat 975 kali coba melalui bola, sesaat Chelsea baru 527 kali coba melepas operan.

Di pertandingan ini Chelsea mengaplikasikan kiat defensif. Ini menaklukkan Antonio Conte sesudah kompetisi. Ia malas berlaku konyol dengan bermain lawan terbuka City, yang baru sekian kali menang 3-0 atas Arsenal.

Baca Juga: Tinju Meredup Karena Kurangnya Pembinaan dan Perhatian Pemerintah RI

Datang untuk bermain pertahanan, Conte tengah mencari celah berbentuk serangan cepat diatas panggung seperti yang sudah mereka kerjakan sekian kali. Berkaitan hal semacam ini, Conte memarkirkan penyerangnya serta menempatkan Eden Hazard, yang mempunyai kecepatan bagus, jadi alas tiang depan. Inspirasi asli Conte memanglah demikian, tapi pada akhirnya tidak demikian di lapangan. Chelsea yang sudah bermain defensif memarkir bus semakin banyak serta lebih dibawah desakan intensitas lawan.

Dari persentase permainan, 40, 93% bola umum dengan reguler di gelar di ruang pertahanan Chelsea. Cuma sekitaran 9% ketidaksamaan dengan waktu gerakan bola di lini tengah (49, 11%). Berapakah persentase bola yang berada di pertahanan kota? Cuma 9, 95%.
Lalu bagaimana dengan usaha Chelsea mengoptimalkan sayapnya untuk menyerang balik? Susah, karna Bernardo Silva serta Leroy Sane di ke-2 bagian sayap City selalu berikan desakan besar. Yang ada, Marcos Alonso serta terlebih Victor Moses jadi selalu bertahan.