BPOM Amankan Bahan Baku Jamu Cair Tanpa Izin Produksi di Sidoarjo

BPOM Amankan Bahan Baku Jamu Cair Tanpa Izin Produksi di Sidoarjo

BPOM Amankan Bahan Baku Jamu Cair Tanpa Izin Produksi di Sidoarjo

BPOM Amankan Bahan Baku Jamu Cair Tanpa Izin Produksi di Sidoarjo

Sidoarjo – Manajemen Badan Pengawas Obat serta Makanan (BPOM) Jawa Timur didampingi Satreskrim Polresta Sidoarjo kembali pada home industri Desa Singopadu, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo.

Menurut Kepala Investigasi serta Investigasi BPOM Jawa Timur, Retno Kurpaningsih, kehadirannya untuk ketahui info karyawan di industri rumahan, terlebih terkait lewat cara pembuatan jamu cair.

” Kami lakukan sistem pembuatan jamu cair ini, ” kata Retno pada wartawan di tempat, Jumat (23/3/2018) malam.

Retno menuturkan, jamu cair ini di produksi dengan mengoplos sebagian bahan baku jamu cair dengan udara umum. BPOM begitu berprasangka buruk bila industri rumahan ini memakai bahan kimia kimia, yg tidak dapat dipakai untuk obat tradisionil.

Baca Juga: Beri Sambutan di Rakernas, JK Cerita Masa Kelam Golkar

” Dari pernyataan karyawan, 20 liter bahan baku obat herbal cair dimasukkan kedalam tangki besar, lalu disuling, lantas digabung kedalam botol plastik dengan ukuran satu liter, ” tuturnya.

Retno memberikan, sesuai sama karyawan di tempat industri tempat tinggal, untuk sekali produksi mereka bisa buat 700 sampai 1. 500 botol herbal cair satu minggu.

” Yang mereka hasilkan yaitu obat herbal cair untuk melangsingkan, (turunkan) cholesterol serta batuk merah, sedang umumnya jamu yaitu pil, ” lebih Retno.

Sesudah injeksi satu per satu, semuanya bumbu cair yang telah berada di Internet untuk BPOM Surabaya.

” Ada 438 jiringen jamu cair mentah serta 285 liter jamu siap untuk peredaran yang diambil alih petugas, ” tuturnya.

Ditempat yang sama, anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo mengakui cuma memohon untuk temani petinggi BPOM. Bukanlah jadi pihak yang membuat masalah ini.

” Kami cuma dipakai untuk temaninya, semua dimainkan BPOM, ” kata satu diantara anggota